Membahas Puisi : ALIENASI
Halaman 1 dari 1 • Share •
Membahas Puisi : ALIENASI
Pertama makasih buat kunto sang inspirator
Dan buat semua teman kemudianers yang udah komen dengan persepsi jujurnya masing-masing...
Dan ini puisi serta makna yang kumau terjemahkan dengan persepsiku :
Bekasi. 06:29:24 PM Friday, 21 November, 2008.
260. * Alien (asi) *
baur
pada ketinggian tebing-tebing curaman pikir
aroma di raja-esa
disharmonik lingkar-luar
(kebesaran mendebarkan)
pada bait ini :
pada ketinggian tebing-tebing curaman pikir
aroma di raja-esa
rasa tetap berterimakasih atas karunia pikir yang walaupun kurang umum...amat personal autistis.
disharmonik lingkar-luar
kelogikaan yang terbentuki oleh kekurangsosialan>>>riset sendiri dan berteori sendiri>>>menjadi undogmatisir.
(kebesaran mendebarkan)
menguatkan rasa bersyukur kepada raja-esa (Tuhan)
jika aku
berkapal-kulit tak peka lagi embun
gradasi warna pagi melantur hingga petang
perkasa malam hingga siluet fajar
hanya giris menepis tipis iris
jika aku
berkapal-kulit tak peka lagi embun
sebuah pernyataan lugas : kulit kapalan/kebal takkan mudah merasakan sensasi embun yang halus>>>ini menggambarkan kenyataan hidup tetap harus dijalani walau dengan ketidakumuman logika...dan tentu akan sesulit kulit kapalan/kebal merasakan lembutnya embun.
gradasi warna pagi melantur hingga petang
perkasa malam hingga siluet fajar
gradasi dan melantur adalah gambaran ketidakpastian yang amat labil>>>dari upaya untuk tetap jalani kehidupan normal.
hanya giris menepis tipis iris
setelah embun tadi pada kulit kapalan/kebal. sekarang tipis iris untuk menguatkan betapa sikon yang ada sedemikian sulitnya. (lawan gaya hiperbola)
(pesta bumi)
pada format-jingkat berskala richter
mafhumisme berjangka
meretas ter-biasa
pesona rimba meraja
semerbak dupa dominasian
lalu...
puting beliung mendengung dengung
ambiguitas bimbang
bersilsilah genetika nisbi
(masa benih diksinitas)
kejaran masa
pemburu tradisi
pada format-jingkat berskala richter
mafhumisme berjangka
meretas ter-biasa
dari sisi ketidakumuman ini>>>terlihat fakta keteraturan kenormaan>>>pemahaman yang berkembang dari waktu ke waktu>>>apapun yang negatif ataupun positif akan menjadi suatu format baru "terbiasa" ( di sini kuambil sisi negatifnya)
pesona rimba meraja
semerbak dupa dominasian
ini sisi negatifnya>>mayoritas akan menjadi raja/penentu, tak peduli misi-visinya baik atau buruk.
lalu...
puting beliung mendengung dengung
ambiguitas bimbang
bersilsilah genetika nisbi
(masa benih diksinitas)
kejaran masa
pemburu tradisi
kehidupan di mata sang aku yang seorang yang kapalan/kebal dan tidak umum/alien>>>
perjalanan kehidupan dalam keteraturan kenormaan ternyata puting beliung, banyak kerancuan-ambiguitas>>>sulit fokus jika harus menyelesaikan suatu masalah>>>cenderung berdengung, berputar-putar dari generasi terdahulu hingga sekarang...hingga sampai ke masa benih diksinitas>>>upaya terus menerus dari yang muda untuk mencapai keselarasan, kendati masih tetap belum sepenuhnya lepas dari kejaran masa dan pemburu tradisi (pengaruh para orangtua)
jika aku berindukkan pencil
dan berpagarkan kerdil
kamu,
apakah angin yang kaujaring
dan hikmat memberaikan nikmat?
ika aku berindukkan pencil
dan berpagarkan kerdil
ini pandanganku sebagai individu tak umum/alien terhadap persepsi umum dalam persepsinya atas ketidakumumanku
kamu,
apakah angin yang kaujaring
dan hikmat memberaikan nikmat?
angin jelas susah dijaring dan
ini menanyakan apakah kamu yang berasal dari umum/manusiawi juga sering merasa sia-sia, prihatin terhadapa kenyataan kehidupan umum itu?
lalu hikmat memburaikan nikmat>>>>karena semakin luas wawasanku ternyata makin banyak nilai kemungkinan untuk gagalnya suatu upaya/cita-cita.
Lalu apa hubungan judul dengan isinya??
Kunto menjawab dengan manis
johanes.koen's picture
johanes.koen at Re: 260. * Alien (asi) *
10
points
wah mas.. hebat-hebat.. dalam kerumitan dan kenjlemetannya, judul puisi ini malah konkret membumi : PEMBACA TERALIENASI.
bahkan aku yang pesan pun, bingung. diksimu benar2 'menyisihkanku', bahkan jika membaca komen2 diatas, kau pun juga ikut 'disisihkan' fansmu gara2 menulis puisi ini.
atas berkat rahmat tuhan yang maha esa, saya nyataken, puisi ini berhasil mengalienasi. Big Grin
jadi...beginilah critanya...semoga bermanfaat...
buat buayadayat dan rini : hehehe kalian seringkali mampir ke sisi pikirku dengan gaya landing halus...

Dan buat semua teman kemudianers yang udah komen dengan persepsi jujurnya masing-masing...
Dan ini puisi serta makna yang kumau terjemahkan dengan persepsiku :
Bekasi. 06:29:24 PM Friday, 21 November, 2008.
260. * Alien (asi) *
baur
pada ketinggian tebing-tebing curaman pikir
aroma di raja-esa
disharmonik lingkar-luar
(kebesaran mendebarkan)
pada bait ini :
pada ketinggian tebing-tebing curaman pikir
aroma di raja-esa
rasa tetap berterimakasih atas karunia pikir yang walaupun kurang umum...amat personal autistis.
disharmonik lingkar-luar
kelogikaan yang terbentuki oleh kekurangsosialan>>>riset sendiri dan berteori sendiri>>>menjadi undogmatisir.
(kebesaran mendebarkan)
menguatkan rasa bersyukur kepada raja-esa (Tuhan)
jika aku
berkapal-kulit tak peka lagi embun
gradasi warna pagi melantur hingga petang
perkasa malam hingga siluet fajar
hanya giris menepis tipis iris
jika aku
berkapal-kulit tak peka lagi embun
sebuah pernyataan lugas : kulit kapalan/kebal takkan mudah merasakan sensasi embun yang halus>>>ini menggambarkan kenyataan hidup tetap harus dijalani walau dengan ketidakumuman logika...dan tentu akan sesulit kulit kapalan/kebal merasakan lembutnya embun.
gradasi warna pagi melantur hingga petang
perkasa malam hingga siluet fajar
gradasi dan melantur adalah gambaran ketidakpastian yang amat labil>>>dari upaya untuk tetap jalani kehidupan normal.
hanya giris menepis tipis iris
setelah embun tadi pada kulit kapalan/kebal. sekarang tipis iris untuk menguatkan betapa sikon yang ada sedemikian sulitnya. (lawan gaya hiperbola)
(pesta bumi)
pada format-jingkat berskala richter
mafhumisme berjangka
meretas ter-biasa
pesona rimba meraja
semerbak dupa dominasian
lalu...
puting beliung mendengung dengung
ambiguitas bimbang
bersilsilah genetika nisbi
(masa benih diksinitas)
kejaran masa
pemburu tradisi
pada format-jingkat berskala richter
mafhumisme berjangka
meretas ter-biasa
dari sisi ketidakumuman ini>>>terlihat fakta keteraturan kenormaan>>>pemahaman yang berkembang dari waktu ke waktu>>>apapun yang negatif ataupun positif akan menjadi suatu format baru "terbiasa" ( di sini kuambil sisi negatifnya)
pesona rimba meraja
semerbak dupa dominasian
ini sisi negatifnya>>mayoritas akan menjadi raja/penentu, tak peduli misi-visinya baik atau buruk.
lalu...
puting beliung mendengung dengung
ambiguitas bimbang
bersilsilah genetika nisbi
(masa benih diksinitas)
kejaran masa
pemburu tradisi
kehidupan di mata sang aku yang seorang yang kapalan/kebal dan tidak umum/alien>>>
perjalanan kehidupan dalam keteraturan kenormaan ternyata puting beliung, banyak kerancuan-ambiguitas>>>sulit fokus jika harus menyelesaikan suatu masalah>>>cenderung berdengung, berputar-putar dari generasi terdahulu hingga sekarang...hingga sampai ke masa benih diksinitas>>>upaya terus menerus dari yang muda untuk mencapai keselarasan, kendati masih tetap belum sepenuhnya lepas dari kejaran masa dan pemburu tradisi (pengaruh para orangtua)
jika aku berindukkan pencil
dan berpagarkan kerdil
kamu,
apakah angin yang kaujaring
dan hikmat memberaikan nikmat?
ika aku berindukkan pencil
dan berpagarkan kerdil
ini pandanganku sebagai individu tak umum/alien terhadap persepsi umum dalam persepsinya atas ketidakumumanku
kamu,
apakah angin yang kaujaring
dan hikmat memberaikan nikmat?
angin jelas susah dijaring dan
ini menanyakan apakah kamu yang berasal dari umum/manusiawi juga sering merasa sia-sia, prihatin terhadapa kenyataan kehidupan umum itu?
lalu hikmat memburaikan nikmat>>>>karena semakin luas wawasanku ternyata makin banyak nilai kemungkinan untuk gagalnya suatu upaya/cita-cita.
Lalu apa hubungan judul dengan isinya??
Kunto menjawab dengan manis
johanes.koen's picture
johanes.koen at Re: 260. * Alien (asi) *
10
points
wah mas.. hebat-hebat.. dalam kerumitan dan kenjlemetannya, judul puisi ini malah konkret membumi : PEMBACA TERALIENASI.
bahkan aku yang pesan pun, bingung. diksimu benar2 'menyisihkanku', bahkan jika membaca komen2 diatas, kau pun juga ikut 'disisihkan' fansmu gara2 menulis puisi ini.
atas berkat rahmat tuhan yang maha esa, saya nyataken, puisi ini berhasil mengalienasi. Big Grin
jadi...beginilah critanya...semoga bermanfaat...
buat buayadayat dan rini : hehehe kalian seringkali mampir ke sisi pikirku dengan gaya landing halus...


Admin- Admin
- Jumlah posting: 26
Join date: 18.10.08
Age: 46
Lokasi: Bekasi

Permissions of this forum:
Anda dapat menjawab topik
Indeks




